Pemutakhiran Daftar Pemilih Putaran Dua

PLENO REKAPITULASI DPS DI DKI JAKARTA, TIM KAMPANYE MINTA TESTIMONY DTPb DI PPS

Muhamad Safri Husaini | Kamis, 23 Maret 2017 - 08:18:56 WIB | dibaca: 266 pembaca

Rapat pleno yang awalnya berjalan lancar, saat M.Sidik membacakan rekap per kabupaten/kota diintrupsi M. Sarif, Tim Kampanye no. 3, dengan alasan meminta diselesaikan masalah DPTb dan TPS di kota Jakarta Pusat lalu dilanjutkan di kota lain. Namun, menurut M. Sidik, "ini baru presentasi saja, untuk hasil penetapan DPS nanti setelah ini dikasih kesempatan tiap Tim Kampanye, Bawaslu DKI Jakarta dan pihak lainnya jika dipandang perlu," Jelasnya kemudian.

Rapat pleno rekapitulasi DPS yang dilaksanakan tanggal 21 maret 2017, bertempat di Hotel Oasis Amir-Jakarta, dihadiri Tim Kampanye paslon 2 dan 3, Bawaslu DKI Jakarta, KPU Kab/Kota, Dinas Dukcapil, Kesbangpol DKI Jakarta, pemantau, intansi terkait lainnya. Dalam pleno tersebut, Tim Kampanye paslon 3 meminta kepada KPU DKI melakukan testimony PPS. "Kami meminta setiap kab/kota untuk dua kelurahan, sebagai sample apa yang dikerjakan PPS dan bagaimna PPK mensupervisi pekerjaan mereka," Ungkap I Gde Putu Arta. "Kami ingin menastikan DPTb tersebut tidak dihilangkan. Dan, ini bagian dari peran kami dalam memperbaiki DPT yang lalu," Ungkapnya menegaskan.

Khusus di Jakarta Utara, I Gde Putu Arta meminta kelurahan Penjaringan dan Kalibaru yang diminta testimony. Menurut kedua tim kampanye, upaya ini untuk meng-clear-kan data DPTb. Sebab katanya, hal ini bisa berpotensial menjadi gugatan. "Biar jelas, jangan sampai yang seharusnya dimasukan, jadi hilang karena disengaja untuk tidak diinput". Sementara itu apa yang dilaksanakan oleh KPU Jakarta Utara sudah baik dan itu dapat diterima dalam forum ini.

Pleno yang dipimpin langsung oleh Sumarno, ketua KPU DKI Jakarta, mengatakan bahwa pleno ini hanya menetapkan rekapnya, sementara penetapan DPS sudah dilaksanakan sebelumnya KPU Kab/kota. "Kami hanya meneruskan yg sudah ditetapkan," Jelasnya dalam forum tersebut.

Di waktu bersamaan, Bawaslu DKI Jakarta menyampaikan hasil Sadap yang menunjukan kualiatas DPT putaran pertama. "Hasil pengawasan kami sudah disampaikan ke KPU Kab/Kota saat pleno kemarin," Ungkapnya. "Di DPT yang lalu, masih ditemukan NIK invalid, NKK invalid, pemilih ganda, NIK beda orang. Semua sudah diserahkan, tinggal menunggu hasilnya". Menanggapi hal tersebut, Abdul Muin, ketua KPU Jakarta Utara, menegaskan bahwa DPT yang lalu, diakui masih harus di update. Oleh karena itu, dalam DPS bisa jadi persoalan serupa masih ada. "Supaya DPT lebih berkualitas, kami selalu berkoordinasi baik ke dukcapil, tim kampanye maupun pengawas," Ungkapnya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tiap tahap selalu dikoordinasikan lewat posko bersama. "Biasanya di kami, ada pertemuan rutin. Bahkan, kami persilahkan tim kampanye dan panwas mengawal distribusi C6, nanti kita jadwalkan, "Jelasnya kemudian. Terkait DPTb, kami sudah sampaikan kedua tim kampanye by name by adress. Dia berharap, data yang disampaikan itu bagian keterbukaan KPU dalam menyusun DPS.

Terkait rekom Bawaslu DKI Jakarta oleh KPU Jakarta Utara, akan ditindaklanjuti dengan membentuk Tim verifikasi antara KPU Jakut dan Panwas kota. "Sebelumnya kami sudah tindaklanjuti rekomendasi panwas terkait laporan warga yg mendaftar di posko panwaslu untuk dimasukan ke dalam DPS dan itu sudah dilaporkan hasilnya," Jelasnya panjang lebar. (PRT)










Komentar Via Website : 1